Jeruk Keprok adalah salah satu jenis jeruk lokal Indonesia yang sangat populer karena rasanya yang manis, segar, dan aromanya yang harum. Jeruk ini tersebar luas di berbagai wilayah nusantara dan menjadi favorit banyak orang karena mudah dikupas, daging buahnya lembut, dan kandungan airnya yang melimpah. Jeruk keprok dikenal sebagai salah satu varietas jeruk konsumsi segar yang memiliki kualitas tinggi dan nilai ekonomi penting, terutama dalam sektor hortikultura lokal.
Secara morfologi, jeruk keprok memiliki bentuk bulat agak pipih, dengan ukuran sedang dan berat antara 100–250 gram per buah. Kulitnya berwarna oranye terang saat matang, tipis namun mudah dikelupas, dan biasanya memiliki permukaan yang sedikit kasar atau berpori. Kulit jeruk keprok cenderung terpisah dari daging buah, sehingga membuatnya sangat mudah dikupas tanpa perlu alat bantu, menjadi salah satu alasan mengapa buah ini sangat digemari untuk konsumsi harian.
Daging buah jeruk keprok terdiri dari 8–12 segmen, berwarna oranye cerah hingga jingga kemerahan, tergantung varietas dan tingkat kematangan. Teksturnya lembut, juicy, dan sangat menyegarkan. Rasa jeruk keprok bervariasi dari manis penuh hingga manis sedikit asam, menciptakan rasa seimbang yang memanjakan lidah. Buah ini memiliki aroma citrus yang kuat dan menyenangkan. Sebagian varietas jeruk keprok memiliki biji, namun ada pula varietas unggulan yang minim biji, sehingga lebih praktis dikonsumsi.
Jeruk keprok bukan hanya nikmat untuk dimakan langsung, tetapi juga sangat berguna sebagai bahan minuman segar, jus, dan pencuci mulut. Kandungan nutrisinya sangat baik bagi tubuh. Buah ini kaya akan vitamin C, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menangkal radikal bebas, dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu, jeruk keprok juga mengandung serat, kalium, dan berbagai antioksidan alami yang baik untuk kesehatan jantung, pencernaan, dan metabolisme.
Di Indonesia, jeruk keprok ditanam di berbagai daerah, seperti Garut (Jawa Barat), Batu dan Malang (Jawa Timur), Karo (Sumatera Utara), dan Sungai Penuh (Jambi). Masing-masing daerah memiliki varietas khas dengan keunikan rasa dan aroma tersendiri, seperti jeruk keprok Garut yang sangat manis, atau keprok Karo yang beraroma tajam. Jeruk keprok umumnya dipanen sekali dalam setahun, pada musim kemarau atau peralihan musim, tergantung lokasi tanam dan perawatannya.
Pohon jeruk keprok tumbuh dengan baik di dataran tinggi hingga sedang, dengan suhu udara sejuk dan curah hujan sedang. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari cukup dan drainase tanah yang baik. Dalam budidaya, jeruk keprok termasuk jenis yang cukup responsif terhadap pemeliharaan, dan hasil panennya bisa sangat menguntungkan jika ditanam secara intensif.
.jpg)
0 Komentar